Pilar Ekonomi & Kawasan Strategis Kabupaten Biak Numfor
Hingga Januari 2026, Kabupaten Biak Numfor telah menetapkan beberapa kawasan strategis sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi melalui Rencana Pembangunan Daerah 2025–2029.
1. Kawasan Ekonomi Perikanan (Sentra Ekspor Tuna)
Sektor perikanan merupakan unggulan utama karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik. Biak diproyeksikan menjadi pusat ekspor tuna segar terbesar di Tanah Papua.
Kampung Nelayan Modern (Kalamo)
Binyeri-Samber: Model desa pesisir modern untuk meningkatkan hasil tangkapan.
Pusat Ekspor Tuna
Fokus pada komoditas yellowfin tuna berskala internasional.
Pasar Fandoi
Pusat ekonomi kerakyatan melalui perdagangan hasil laut dan komoditas lokal.
2. Kawasan Pariwisata Unggulan
Biak mengembangkan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Ripparda) untuk mengoptimalkan potensi wisata alam dan sejarah Perang Dunia II.
Wisata Sejarah PD II
Goa Binsari & Monumen PD II Pantai Parai.
Wisata Bahari
Kepulauan Padaido, Pantai Batu Pica, & Pantai Bosnik.
Wisata Alam Hutan
Air Terjun Karmon & Wisata Negeri Dongeng.
3. Kawasan Perbatasan & Konservasi
Fokus pada optimalisasi potensi maritim di wilayah perbatasan Indonesia (PSKP) dan perlindungan ekosistem melalui pengembangan ekowisata mangrove.
Pusat Strategis Kawasan Perbatasan (PSKP)
Optimalisasi kemaritiman.
Ekowisata Mangrove
Tanjung Barari dan Ruar sebagai area perlindungan ekosistem.
Komitmen Anggaran 2026
Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran RAPBD 2026 untuk memperkuat infrastruktur dan layanan publik di kawasan-kawasan potensi strategis.